Friday, March 14, 2008

what is it with postings..

I use to think highly of postings

but why actually put to much effort when your not actually anywhere with it (i mean ofcourse just the uncreatively me..hweheh)

although i am still greatly amazed how people can be so creative in the web.

It's going to be an honor to be part of it somehow, and even if that means just a simple mediocre.

It's not actually about being out spoken to the "world"

its just being in the fun marathon thats hopefully leading somewhere great

maybe unity or world peace hehe ;p

just maybe...

B is for Burger


Hot dog..
that's it ..!!

Friday, December 21, 2007

A is for Anticipating




For those of you who has been working their “asses off” these few months, you must be really be anticipating for the holidays seasons. Take a break, take a deep breath, and just see the clear vision of what the fuss you’ve been living is really about. Holiday I think is about making up for lost time with your self (that is of course if you’re single or you have a dysfunctional family to be spending the holiday with). It’s the perfect time of the year to make yourself happy and do everything that you enjoy the most.

As we know, as humans we grow up by living more responsibilities each days of our life. The more you aged, the more responsibilities you have (please note that I’m using the word aged, and not the wrinkles you see in your forehead that comes by when you think more and more of your problems). I’m not saying that taking a holiday gives you the right to forget your responsibilities, but in my opinion, you have the right to think things over, set priorities and understand that maybe you cant change the world all by your self. That is probably why a lot of people used the New Year’s holiday to set up a life resolution. Make big changes so we could anticipate a better life in a better year.

This is just a theory of self-contemplating.

So anyway, single guys and girls out there? How do you plan to embrace a new year?

This is something I brought up because I saw an article to keep away those holiday blues for singles at msn.com.
for some of you living in Indonesia, spending the holiday with the family is not a big deal, on the contrary its something worth anticipating, because you haven’t see them in a while and basically you just belong in a big happy family. But for some others spending time with them might be unbearable. For instance, questions like “when are you getting married?”, “where’s your boyfriend?”, “are you pregnant yet?”, “Your salary?”, “have you been promoted yet?”, and so on have to be answered with unlimited patient and a forced smile hehe. The possibility that I could be stuck in that kind of situations, enforce me to make a back up plans..

1. Make plans w/ close friends & close family (only)
BBQ sounds good rite? Watch old movies…
And if that doesn’t work, a good nite sleep is always the rite medicine ^ ^


2. Make a list of everything you appreciate
Makes you feel blessed & to gratitude life god has given you


3. Get away
See new things that you cant see everyday..

much better if you have the money to spend on a vacation or road trip, add that with friends and I’ll bet it’s the best get away ever.



But all that will be useless without freeing yourself, from self doubt, from envious (yea rite who’s talking hehe). This is something I’ve been trying to tell my self for so long. You can make plans to bring your hopes up,

but most of all this new year, ill be anticipating for surprises

.

Tuesday, April 24, 2007

untitled

what makes you human
....... is your thoughts
....... is your actions
....... is your choices

without your thoughts .......
....... you're just as much as a robot
without your actions .......
....... you're just as much as a nothing
and without your choices .......
....... you're just a pin in a game

having less of those three would likely make u less human

i'm feeling less human as can be
i dont have an original thought these days, or i might not be thinking at all
all my actions... i dont know how or why it should happenned
and now i feel like i have less options to choose or maybe none at all

'why?' would be the perfect question
because everyone has their own definition of 'human'
after probing deep to myself i found the lack of passion
to live life lively and turning every second to a momentum

thats probably how it should be ...
thats how to be a better human being for the world and better yet for yourself

Saturday, April 14, 2007

Being the jobless

74 days of officially given the status jobless (pff…).. and still counting.

In a studium generale once I heard that stress comes out as understress and overstress. Meaning, generally a lot of burden or work given to an employee, does consequently turns out into stress, as we all know of course, but other definition suggested that stress can be cause from doing nothing at all. Nothing… who said that life isn’t full of problem, if its not one its the other right?

Lulus itu menyenangkan, at least ga perlu bayar SPP yang mahal. Selain itu lulus itu konon menyenangkan ortu, dan kalo lulus dapet gelar deh ‘sarjana’ katanya (penting =p), kalo lulus lebih mudah cari kerja, cari duit, cari jodoh hehe..Lulus itu…yah..beralih dari satu status ke status lainnya, bisa jadi karyawan, wirausaha, istri, suami ato tentu saja jobseeker!

Jobseeker is that person who wakes up late in the morning figuring what to do next. Sometimes it means that he/she spent the whole day wasting time by doing nothing. And as time goes by, as a result of an accumulation he/she experience the symptom such as : lazy, easily bored, desperate, etc which in my mind clearly the symtomps of understress. A jobseeker is that people who turns on the computer to edit their resume’s and make up an interesting cover letter. They usually browse the net to look for online application, and spend their days waiting for a call to a test or an interview, and if they get lucky, they’ll get the job they wanted.

Dari sebagain jenis jobseeker yang dikenal ada beberapa yang paling umum. Si Aktif, yang mengikuti hampir semua pembukaan lowongan pekerjaan yang didapatkannya, masalah suka atau ga, nanti aja setelah ngikutin company presentation dan tentu saja yang paling penting masalah GAJI! Si pemilih, yaitu jobseeker yang menunggu-menunggu pembukaan lowongan untuk perusahaan multi nasional, atau oil company, atau perusahaan-perusahaan terkenal yang berprestise. Ada juga si pemalas, jobseeker yang sebenarnya malas mencari kerja, entah apa alasannya mungkin emang menikmati hari-hari santainya (ok truth is, this type’s mine ;p).

Para jobseeker, selanjutnya disingkat JS, berkumpul membentuk kelompok-kelompok yang bisa dibilang supporting groups (kaya pecandu alkohol aja ;p). Kesamaan anggotanya cukup jelas bukan? Syarat anggota : Desperado’s. Kegiatan grup biasanya bertukar info tentang lowongan terbaru, tips and trik mengerjakan tes or wawancara, bertukar gosip terbaru tentang si X yang diterima oleh perusahaan XX, atau kadang-kadang kegiatan yang emang ga nyambung ama pencarian pekerjaan, such as makan bareng, nonton film, ke vertex, donlot dari rileks, atau merencanakan pembelian barang-barang yang akan dibeli setelah bekerja (hehehe…). Tapi yang paling penting dari kelompok ini adalah tentu saja, saling mendukung, atau lebih tepatnya saling menenangkan, yah si Y juga belum dapet kerja, si Z juga masih belum (dasar emang…).

But all that starts must ends. Satu per satu orang mulai punya kerjaan. Kerjaan karena emang dia diterima di perusahaan, atau kerjaan sama dosen misalnya, atau juga kerjaan lainnya. Dan orang-orang itu mulai pecah. I feel something is rising inside. Does jobseeking has to be a competition between us? Dari awal gw berpikir kalo nyari kerja kan emang untung-untungan, istilahnya si rejeki orang kan beda-beda. I mean I am happy when my friends finally found something they got to do, but sometimes I feel that wouldn’t always be vice versa. Belum lagi masalah pertanyaan-pertanyaan klise seperti ‘uda kerja?’, ‘sekarang lagi ngapain?’, ‘Lagi sibuk apa?’, pertanyaan-pertanyaan annoying yang bagi gw no problem, karena mungkin gw ngerasa kalau gw uda bener-bener nyoba nyari, tapi emang belum saatnya aja, tapi bagi sebagian JS mungkin rada sensitif. I feel like people might change and I don’t know where to stand.

Untungnya JSers masih mau ngobrol, and I try to listen, and by listening you have their perspective. Ada yang emang niat banget nyari kerja to support their families, ada yang emang butuh kesempatan untuk membuktikan diri, ada yang nyari uang untuk nikah (u know who u r J), ada yang nyari kerja agar mandiri, ada yang menganggap pekerjaan baru sebagai bentuk pelarian, dll. Dari alasan-alasan itu lo bisa menilai orang (not judging) just finding your way around them.

Tapi dari semua alasan tadi, yang paling utama tentunya masalah uang. Belum nemu lagi ni orang-orang yang masih mempertimbangkan idealismenya. Ada si beberapa yang ga mau exxon mobil karena masalah blok cepu or whatever, ada juga yang mikir ‘conoco phillps?’ Oil company kan penyebab utama global warming, or ‘XX finance?’ Lo digaji uang riba donk. Kesimpulannya adalah lebih parah mana, mendukung pengrusakan lingkungan hidup atau makan duit riba?. Tapi pertanyaan itu cuma dijawab dengan ketawa miris. Mau gimana lagi? We need the money.

Entah kenapa gw jadi inget sebuah percakapan nyampah ama bang raja, temanya menjadi orang kaya dan membantu yang kurang (hehe tapi pada dasarnya nyampah…). Kurang lebih gw pernah bilang ‘manusia kan dianugrahi dengan segala macam kelebihan, kita punya tangan, kaki, basically fungsi tubuh yang sempurna, lebih penting lagi kita punya otak buat mikir. Kucing aja bisa makan dan hidup di jalanan. Kenapa masih ada orang yang bisa hidup sengsara, padahal mereka punya anugrah dari Tuhan?’ miris kan manusia dengan semua kehebatan dan anugrahNya, masih aja ada yang hidup sengsara, ga bisa makan berhari-hari, ga punya pekerjaan dan akhirnya terpuruk dalam kemiskinan. Maafkan sinisme yang menyamakan makhluk berakal dengan kucing. Ini emang cuma logika dasar yang mungkin dalam aplikasinya ga segampang itu. Hei..siapa juga yang bilang hidup ga susah, ga enak lagi kalo ga da tantangan =).
Cause we are humans right? Guys lets never give up in anything you wanna be!

Saturday, February 17, 2007

the next thing


It's getting clear now the rain is gone...

Kata seorang teman, na mulai sekarang (selesai TA de el el maksudnya) banyak hal yang bisa kamu raih, banyak kesempatan di luar sana... ada juga yang bilang : na uda waktunya ga ngerepotin orang tua lagi... lainnya ga komentar cuma nanya : jadi sekarang lagi sibuk apa??

hmm...sibuk apa ya?? kebanyakan mungkin sibuk mikir, atau lebih tepatnya sibuk ga mikir.. ngerjain hal-hal yang jarang bisa dilakuin kayak, tidur berjam-jam hehe... atau nonton sepuasnya... alhasil pas dikasih kerjaan jadi lama banget bisa nyeleseinnya..percuma deh training ngejar deadline di TI, jadi ga yakin juga kedepan bakal ngapain..mungkin take time again to know ur self, right?

Dipikir-pikir banyak banget hal yang uda lama banget ga dilakuin, kayak bikin acara masak2 brg temen2 hehe.. :) mungkin ntaran ya acara syukwis lab dan maker kelasTI T-21 (mizz U guys)..trus juga baca buku-buku mulai jarang, gambar apa lagi....

start all over again ya...

meanwhile lets be a happy jobless person =)

Saturday, February 10, 2007

Abilities

The ability to understand : is the strenght to be able to absorb your surroundings, and toconnect, and to comprehend the whole meaning of the object of correspondence.

The ability to sympathize : is the power of your heart to share compassion on humanity.

The ability to empathize : is a gift for your heart, mind, body and soul, to feel compassion for others on the base of humanity.

The ability to communicate : is a skill to translate the language of ‘you’ to the language of ‘others’.


The ability to act : is a strenght forcing from the ‘inside’ to make change for the ‘outside’.

The ability to change : is an aptitute to be wiser, better and strong.

The ability to forgive : is a determination to let go of the weight on your two shoulders, and to move on without looking back

The ability to love : is a strenght, power, gift, skill, strenght, aptitute, determination to open up your heart, mind, body and soul to object of your affection.

*BUKAN tulisan menjelang valentine

Sunday, January 21, 2007

untitled

salah satu 'kesenangan' yang bisa diambil
dari seluruh keseharian yang padat atau rutinas yang membosankan adalah
being alone..
just killing time for ur self, do sumthing u like or u don't like
or spent hours doing nothing...

di satu titik jenuh dalam kesendirian itu
ada sebuah penghargaan untuk kebersamaan
dan di saat itulah kita bisa menyadari arti orang-orang yang ada dalam hidupkita.orang-orang yang setiap hari ada disana. orang-orang yang kita cintai dan semua sahabat kita. Semua teman yang pernah mengajari kita tentang kebaikan, yang sering terlupakan dengan sejuta alasan.

dalam 'keegoisan' yang singkat itu
mungkin di dalamnya hanya berisi percakapan tentang 'aku'
pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan 'kenapa aku?'
untuk semua permasalahan yang terus menerus mengalir
that the world revolves around you, or the world is against you

lalu masa-masa solitude itu pecah dengan sendirinya
ketika suara dalam diri lo berkata 'hey ur not the only one with it'
seluruh dunia bermasalah
dan lo bahkan ga bisa membantu temen tersayang
terus apa? menangis dan berkeluh kesah ga bisa nyelesain semua itu
apalagi bermimpi
itu hanya pelarian emosional yang membuat lo feel secure, 'aku ga berbuat apa-apa, tapi aku kan mikirin, i'm better than the others'
padahal deep down inside lo tau lo sama saja
ga ada yang berbeda dan ga ada yang berubah

satu hari lewat, dua hari lewat, lalu setahun, dua tahun, satu dekade
semuanya bergerak dengan kecepatan masing-masing
kadang lo ga bisa mengikuti irama cepat dunia
atau kadang-kadang semua berjalan terlalu lambat
you got lost and you lost faith

tapi di satu sisi manusia ga bisa hidup tanpa harapan
harapan bahwa suatu saat semuanya akan lebih baik
karena itu sekarang semuanya berjuang
dalam lintasannya masing-masing
semua manusia itu pada dasarnya sama saja bukan ?!

all wanted respect, and to be treated equally, and to be loved

Tentang new years resolution

kapan tepatnya gw mulai ritual nulis new years resolution ga jelas. Yang pasti dimulai sebelum tengah malam, dengan diari baru (yang paling-paling diisi satu-dua bulan kedepan, selanjutnya cuma jadi penghuni tetap laci) dengan mengingat-ngingat apa aja yang uda dilakuin setahun kemaren. biasanya ga banyak yang bisa di recall tentang tahun kemaren, overall ya so-so gitulah... not to good, not to bad just that. another year pass by. pfff
so okay about this new years res thing.. this year it stopped. lebih tepatnya ga mood, toh resolusi tahun kemaren juga ga jalan..tiba-tiba jadi ga semangat. is it a bad sign?? hope not, mungkin bisa jadi kebalikannya, kalo ga nulis res, mungkin tahun ini gw bakal mencapai banyak hal. Lagian tahun ini mungkin jadi tahun yang bersejarah buat gw. (i'm planning on it anyways). Tahun dimana gw bisa memperkenalkan diri dengan nama gw sendiri, bukan dengan embel-embel mahasiswa itb or worse, anak si anu, adik si x, or what so ever. Which also means making my own decision and hopefully running things my way.
Semuanya terlihat 'menyala-nyala' tahun ini. all those big dreams and opportunity. Dan kalau semua gambaran detail tentang masa depan lu muncul di otak perencana itu, hanya satu hal yang perlu diantisipasi... 'uncertainty'! i mean you should know by now that things doesn't always go the way you wanted to, and it cant be solved just by making plan b, c, d to z. mungkin itu sebabnya tahun ini gw ga bikin new years res. taking life just by suprise. letting go of all the worries, and stop thinking systematically.
after all doing the right thing isnt always the right thing rite?!

Sunday, December 24, 2006

a comeback

Ternyata lama juga ya blog ini ga kesentuh...sebulan lebih!!
alasannya...apa lagi kalo bukan karena si TA, tiket keluar dari status mahasiswa menuju..a new begining, new dreams, etc itu alasan 'romantis'nya, alesan benernya si uda dimarahin ortu hihihi....

just wanna quote sumthing, from this really cool movie i just watch (pathetic as it seems coz its an old movie, and probably evryone has watchd it) :

Lost in oblivion
Dark, silent and complete
I found freedom
Losing all hope was freedom
(Fight Club)

nyambung lagi sama tulisan ttg orang gila di posting sblmnya, maybe thats sumthing he has that i dont, feel of completion and freedom...
so amazing, i donnu why it became so interesting for me to be able to understand these things...
whats going on inside those grey cells of yours??

Tuesday, November 14, 2006

You think you get it

Interaksi antar manusia membuat kamu kagum. Libatan emosi dalam benak dan pikiran seorang wanita, dan juga tak lupa garis – garis kaku logika dalam pemikiran pria. Kenapa psikologi menjadi ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari dan mengapa tindak tanduk manusia layak untuk terus dianalisis tanpa henti? Karena kamu berusaha untuk terus memahami arti perbedaan dalam hidup, hingga akhirnya kamu bisa menerima perbedaan itu.

Selamat bagi mereka yang bisa menerima perbedaan dalam keikhlasan. Ketika rasa kritis seorang manusia merupakan kekurangannya. Juga ketika rasa tak peduli menjadi kelebihannya. Menerima sesosok manusia apa adanya, dengan karakter yang menunjukan kelebihan yang muncul dari kekurangannya pula. Dan menerima itu semua dalam kesatuan utuh. Apa adanya.

Kata-kata adalah sumber kesalahpahaman (le petit prince). Tapi mungkinkah kesepahaman muncul tanpa kata-kata ? Dan segala kompleksitas hubungan antar manusia kadang membuat kamu bertanya, apakah aku telah berbuat kesalahan? Apakah aku telah melukai hati seseorang? Apakah yang dia pikirkan? You think you know it, but then your just guessing. Semua itu menjadi tanda tanya yang terus mengendap sampai akhirnya terabaikan. Kemudian pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak pernah muncul lagi, karena mungkin dunia bagi kamu hanya sesederhana hitam dan putih. Tapi kalau saja kamu tau, dunia ini berwarna. Jutaan warna yang masing-masing mewakili keunikan individu. Mungkin ada yang bilang itu ’perbedaan’, tapi sebenarnya itu hanya ’unik’.

Satu cara pandang diantara sejuta cara lainnya. Mungkin selama ini sayalah yang salah berpersepsi tentang segala hal.

Monday, November 06, 2006

Aku & Dia

Orang itu hanya berjarak beberapa meter dariku. Sama-sama berdiri di trotoar, di pinggir jalan ramai namun sepi. Tidak banyak orang lalu lalang disana, dan mobil pun hanya selewat cepat, terburu-buru menuju tujuannya entah kemana. Tak ada yang memperhatikan kami. Sama halnya kami pun tidak memperhatikan mereka. Hanya terasa udara kotor, polusi, suara bising kendaraan. Sama-sama menerawang, mungkin sesekali memperhatikan semak-semak di samping, seolah baru pertama kali melihat tanaman yang dapat bertahan hidup di lingkungan berpolusi ini. Ia tertawa terbahak-bahak, lalu kembali diam, tersenyum, seolah berinteraksi hangat dengan dunia yang tak kukenal. Lalu aku? Sama saja, menunggu orang yang tak kunjung datang, merenung diam memikirkan semua kesialan yang menimpa, sambil juga memandang semak-semak berbunga itu. Ga indah dan ga jelek juga, cuma tak ada lagi yang bisa kulihat. Ingin menangis, tapi semua tentu saja kutahan. Di pinggir jalan? Di samping orang yang dianggap tidak waras? No way...

Orang itu hanya berjarak beberapa meter dariku. Kurasakan sedikit rasa iri, mengapa ia dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya, bahagia, sedih, marah, sederhananya ia gila. Namun toh kegilaan ada pada setiap diri manusia. Apa bedanya dia dan aku? Hanya pada ’pakaian’ yang kukenakan ini. Dia tak peduli pada penampilan luarnya, lagipula dia memang tak dapat melihat realita. Sedangkan aku? mencoba menampilkan yang terbaik pada dunia. Dunia mana? Dunia dimana semua orang terikat norma-norma dan etika tanpa tahu banyak tentang dirinya sendiri dan tanpa pernah menanyakan semua pertanyaan ’kenapa?’. Dunia dimana semua orang melihat hanya yang terlihat.

Orang itu hanya berjarak beberapa meter dariku. Kami sama-sama berbincang dengan sesuatu yang abstrak. Mungkin aku dengan diriku, dan dia dengan dunianya. Terkurung dalam permainan nasib, tanpa tahu maksud semua ini. Atau mungkinkah ia tahu. Satu hal pasti yang ia miliki dan tak ku miliki, ialah kebebasan. Kebebasan dari apa? Pikir saja sendiri.

Lebaran Feast


Sekilas persiapan lebaran kemaren ...